""Identifikasi Jenis Mangrove Di Kawasan Mangrove SukamadeTaman Nasional Meru Betiri""
Elvaretta Aurellia Deafa
Mahasiswa Pecinta Alam “BIRU” Universitas Muhammadiyah Gresik
Jl.Sumatra101Perum.GKBGresik–61121Telp.+62856-4675-9769 E-mail : mahapala1997@gmail.com
Abstrak
Mangrove adalah ekosistem hutan yang tumbuh di daerah pesisir pantai tropis dan subtropis, terutama di wilayah pasang surut air laut. Tumbuhan mangrove memiliki adaptasi khusus untuk hidup di air asin dan tanah berlumpur yang miskin oksigen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis vegetasi mangrove yang terdapat di Kawasan Sukamade, Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur. Kawasan ini memiliki peranan penting sebagai habitat ekosistem pesisir yang mendukung keanekaragaman hayati dan menjadi benteng alami terhadap abrasi laut. Penelitian ini adalah kegiatan penjurusan yang melibatkan Anggota Muda XXVIII Mahapala “BIRU” UMG Divisi Konservasidan Para Pendamping dariMahapala “BIRU” UMG dan Mapala UMJ. Penelitian ini memberikan informasi dasar bagi upaya konservasi dan pengolahan ekosistem mangrove yang berkelanjutan di wilayah Sukamade.
Abstract
Mangrovesare forest ecosystem sthat growin tropicaland subtropical coastal areas,especiallyin tidalareas. Mangrove plants have special adaptations for livingi in salt water and muddy soil that is poor in oxygen. This research aims to identify the types of mangrove vegetation found in the Sukamade area, Meru Betiri National Park, EastJava.
This area has animportantroleasa coastal ecosystem habitat that supports biodiversity and is a natural fortress against sea abrasion. This research is a major activity involving Young Members of XXVIII Mahapala "BIRU" UMG Conservation Division and Companions from Mahapala "BIRU" UMG and Mapala UMJ. This research provides basic information for conservation efforts and sustainable management of mangrove ecosystems in the Sukamade area.
1
PENDAHULUAN
Mangrove adalah jenis tanamandikotil yang hidup di habitat air payau dan air laut. Mangrove merupakan tanaman hasil dari kegiatan budidaya atau diambil dari alam. Tanamanmangrovetidakdilindungi/dilarang untukmemanfaatkanbagian-bagiantanaman tersebut, misalnya dimanfaatkan untuk dijadikan bahan baku kosmetik/farmasi atau bahan tambahan tekstil(DirjenP2HP,2015).
Hutan mangrove adalah salah satu jenis hutan yang banyak ditemukan pada kawasan muara dengan struktur tanah rawa dan/atau padat. Mangrove menjadi salah satu solusi yang sangat penting untuk mengatasi berbagai jenis masalah lingkungan yang disebabkan oleh rusaknya habitat untuk hewan. Kerusakan initidak hanya berdampak untuk hewan tapi juga untuk manusia. Mangrove telah menjadi pelindung lingkungan yang sangat besar (Ana, 2015).
Kegiatan penelitian ini adalah Penjurusan Anggota Muda Divisi Konservasi MAHAPALA “BIRU” UMG dengan di dampingi pendamping dari MAHAPALA “BIRU” UMG sendiri dan MAPALAUMJ.
Jenis dan Fisiologi Mangrove
KomponenMangrove
Mangrove dibagi menjadi dua tipe,yaitu:
True Mangrove (Mangrove sejati). Mangrove sejati dibagi menjadi dua yaitu mayor komponen dan minor komponen.
Mangrove Associate (Mangrove pendamping).
Tomlinson,TheBotanyofMangrove(1986) membagi spesies mangrove ke dalam 3 komponen, yaitu:
Majorcomponent(komponenutama)
Tumbuhan yang membentuk spesialisasi morfologis sepertiakar udara dan mekasime fisiologi khusus lainnya untuk mengeluarkan garam agar dapat beradaptasi terhadap lingkungan mangrove. Secara taksonomi kelompok tumbuhan ini berbeda dengan
kelompok tumbuhan darat. Kelompok ini hanya terdapat di hutan mangrove dan membentuk tegakan murni, tidak pernah bergabung dengan kelompok tumbuhan darat.
Minor component (komponen tambahan)
Kelompokinibukanmerupakanbagianyang penting dari mangrove, biasanya terdapat pada daerah tepi dan jarang sekali membentuk tegakan murni.
Asosiasi mangrove
kelompok ini tidak pernah tumbuh di dalam komunitas mangrove sejati dan biasanya hidup bersama tumbuhan darat.
Cara PengenalanJenis
BentukPohon/tanaman
Pohon
Semak
Liana–tumbuhan merambat
Paku/palem
Herba/rumput
Bentuk Akar
Secara umumbmangrove mempunyai akar udara (aerial root), akar yang terkena udara secara langsung selama beberapa saat dalam sehari atau bahkan sepanjang hari yang berfungsi untuk menangkap carbon dan oksigen dari udara. diantaranya:
Akar Pasak/ akar napas (Pneumatophores)
Akar pasak berupa akar yang muncul dari sistem akar kabel dan memanjang ke luar kea rah udara seperti pasak. Akar ini merupakan akar udara yang berbentuk seperti pensil atau kerucut yang menonjol ke atas, terbentuk dari perluasan akar yang tumbuh seacara horizontal.Akar napas ini terdapat pada Avicennia
alba,,dan Sonneratia alba.
Akarlutut(Kneeroots)
Akarl utut merupakan modifikasi dari akar kabel yang pada awalnya tumbuh kearah permukaan substrat kemudian melengkung menuju ke substratlagi.Akar ini merupakan akar horisontal yang berbentuk seperti lutut,terlipat diatas permukaan tanah,meliuk keatas dan bawah dengan ujung yang membulat diatas permukaan tanah. Akar lutut seperti ini terdapat pada Bruguiera cylindrica,Bruguieragymnorrhiza.dan Bruguiera parfivlora.
AkarTunjang(Stillroots)
Akar tunjang merupakan akar (cabang-cabangakar) yang keluar dari batang dan tumbuh kedalam substrat.
Akari nimerupakan akar udara yang tumbuh diatas permukaan tanah,
mencuat dari batang pohon dan dahan paling bawah serta memanjang ke luar dan menuju ke permukaan tanah. Akar ini terdapat pada Rhizophoraapiculata,Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa.
Akar papan(Plankroots)
Akar papanhampirsamadenganakar tunjang, tetapi akar ini melebar
menjadi bentuk lempeng, mirip struktur silet. Akar ini juga tumbuh secara horisontal, berbentuk seperti pita di atas permukaan tanah, bergelombang dan berliku-liku ke arah samping seperti ular. Akar ini terdapat pada Xylocarpus granatum.
AkarGantung(Aerial roots)
Akar gantung adalah akar napas yang tidak bercabang yang muncul dari batang atau cabang bagian bawah, tetapi biasanya tidak mencapai substrat.Akar gantung terdapat pada Rhizophora,Avicenniadan Acanthus.
AkarBanir (Buttress)
Struktur akan seperti papan, memanjangsecararadialdaripangkal batang. Akar banir terdapat pada Bruguiera gymnorrhiza, Ceriops
decandradan Heritieralittoralis dan xilocarpus
Bentuk Buah
Silinder
Bola/bulat
Seperti kacang
Bentuk lain
Bentuk dan Susunan Daun Susunan Daun:
Daun Tunggal: hanya terdapat satu helai daun yang terlihat nyata pada tangkai daun.
Daun Majemuk: terdiri dari dua atau lebih helai daun yang terlihat nyata dan jelas pada tangkai daun.
TataLetak:
Bersilangan: dua daun terletak berlawanansatusamalainpadasetiap bukubatangpadarantingyangsama.
Berseling: hanya satu daun yang terdapat pada buku batang pada setiap ranting.
BentukDaun:
Lancip: panjang helai daun beberapa kali dari lebarnya, melebar kearah pangkal daun dan meruncing pada ujung daun.
Ellips: melebar pada bagian tengah daun, bagian pangkal dan ujung daun mempunyai bentuk yang hampir sama, panjang daun minimal 2 kali lebarnya.
Oval:ukuran lebar daun dari pangkal ke ujung hampir sejajar.
Bulat telur sungsang:bentukseperti telur, pangkal daun menyempit.
Hati:bentuk seperti, pangkal daun Melebar
BentukUjungDaun:
Runcing:ujunglancip, meruncingke arah ujung daun dgn sisi ygl urus/agak lurus.
Berujung tajam: ujung tajam, menonjol atau berbentuk seperti taring.
Membundar: ujung daun tidak membentuk sudut sama sekali.
Berlekuk: memiliki takik rendah di tengah ujung daun yg berbentuk bulat.
RangkaianBunga
Tunggal
Bersusun
Malai
Bulir
Tandan
Bergerombolrapat
BerbentukPayung
Desa Sukamade tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga pusat edukasi konservasi. Salah satu daya tarik utama desa ini adalah adalah Pantai Sukamade, yang dikenal luas sebagai lokasi peneluran penyu. Kegiatan pelepasan tukik yang dilakukan oleh pengunjung maupun petugas konservasi menjadi bagian penting dari pengalaman wisata ditempat ini. Selain penyu, Kawasan hutan tropis di sekitar Sukamde menjadi habitat bagi berbagai satwaliar seperti
lutung, rusa, hingga macan tutul Jawa. Terdapat pula vegetasi mangrove dan hutan pantai yang menambah keanekaragaman hayati kawasan ini. Balai Taman Nasional Meru Betiri bersama masyarakat setempat menjalankan berbagai program pelestarian penyu, rafflesia, dan mangrove. Ekowisata menjadi strategi utama dalam mendukung konservasi sekaligus meningkatkan perekonomian lokal secara berkelanjutan.
Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan konservasi menjadikan Sukamade sebagai contoh desa yang berhasil mengintegrasikan wisata dan pelestarian lingkungan. Wisatawantidakhanya menikmati keindahan alam, tetapi juga belajar tentang pentingnya menjaga kelestarian satwa dan ekosistem. Desa Sukamade adalah contoh nyata baha harmoni manusia dan alam dapat terwujud melalalui pendekatan konservasi dan ekowisata. Keaslian alam, keberagaman hayati, serta keterlibatan aktif masyarakat menjadikan desa ini sebagai destinasi yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyentuh kesadaran akan pentingnya menjaga bumi.
METODE PENELITIAN
Kegiatan penelitian ini dilakukan pada tanggal 23 Juni 2025 terletak di kawasan
mangrove Sukamade,Taman NasionalMeru Betiri, Kabupaten Banyuwangi, JawaTimur.
Penelitian dilakukan dengan cara mengidentifikasi beberapa jenis mangrove yang berbeda dengan cara pengambilan data yang meliputi nama jenis mangrove, sasaran dan keberadaan, dan bentuk fisik (akar, batang, daun, bunga, buah).
HASILDANPEMBAHASAN
Nipah(Nypa Fruticans)
NamaUmum:Nipah
NamaLatin:Nypa Fruticans
BentukAkar:AkarSerabut
Bentuk Daun : Majemuk menyirip (mirip dengan janur kelapa)
Bentuk Bunga : Tegak dan memiliki 2-3 cabang, berwarna kuning orange, bunga nipah jantan diselimuti oleh kelopak bunga, tetapi bagian yang terisi serbuk sari tetap tersembul keluar. Bunga nipah betina memiliki bentuk bulat seperti peluru.
BentukBuah:Gepengdengan2-3rusuk berwarna cokelat kemerah-merahan.
Rawa(PhoenixPaludosa)
Nama Umum: Kurma Rawa
NamaLatin:PhoenixPaludosa Bentuk Akar : Akar Serabut Berbentuk Daun : Sirip
Berbentuk Bunga: Bungaj antan memiliki pangkal pelepah berwarna kekuningan dan lebih terang, sedangkan bunga betina cenderung ke abu-abuan.
Perepat atau Pidada Merah (Sonneratia Caseolaris)
Nama Umum: Perepat atau Pidada Merah Nama Latin : Sonneratia Caseolaris Bentuk Akar : Akar napas
Bentuk Daun:Bundar telur terbalik atau memanjang
Bentuk Bunga : Seperti bola dengan tangkai dan memiliki kelopak berwarna merah muda Bentuk Buah : Bola pipih dengan ujung bertangkai dan bagian dasar buah terbungkus kelopak bunga
Api–Api(AvicenniaGerminans
NamaUmum:Api–Api
NamaLatin:AvicenniaGerminans
BentukAkar:Akar Napas
Bentuk Daun : Berbentuk lonjong atau jorong, dengan ujung yang tumpul dan pangkal yang rata atau membulat
Bentuk Bunga:Bunga kecil berwarna kuning hingga orange yang tumbuh dalam tandan Bentuk Buah:Berbentuk kapsul yg menjadi dua bagian, dengan panjang 1 – 4cm,berwarna hijau ke abu- abuan dan berbulu halus di bagian luarnya.
Waru(HibiscusTiliaceus)
NamaUmum:Waru
NamaLatin: HibiscusTiliaceus
Bentu kAkar:Akar tunggang
BentukDaun:Berbentuk jantung(cordatus) atau bulat telur telur,dengan tepi rata,ujung meruncing, dan pangkal daun berlekuk Bentuk Bunga:Mahkota bunga berwarna kuning cerah,yang kemudian berubah warna
menjadi jingga kemerahan menjelang sore sebelum layu
Bentuk Buah : Berbentuk bulat telur dan memiliki rambut halus di seluruh permukaannya.
EkosistemMangrove
Ekosistem mangrove adalah suatu sistem di alam tempat berlangsungnya kehidupan yang mencerminkan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya dan diantara makhluk hidup itu sendiri, terdapat pada wilayah pesisir, pasang surut air laut, dan didominasi oleh spesies pohon atau semak yang khas dan mampu tumbuh Dalam perairan asin, hutan mangrove merupakan ekosistem yang lebih spesifik jika dibandingkan dengan ekosistem lainnya karena mempunyai vegetasi yang agak seragam (Irwan, 1996).
Mangrove merupakan ekosistem yang spesifik karena pada umumnya hanya dijumpai pada pantai yang berombak relatif kecil atau bahkan terlindung dari ombak, di sepanjang delta dan estuarin yang diakui oleh masukan air dan lumpur dari daratan.
Fungsi dan Manfaat Mangrove
Fungsi utama ekosistem hutan bakau yang dikemukakan NontjidalamGhufran(2012), yaitu:
Fungsi fisis, meliputi: pencegah abrasi, perlindungan terhadap angin, pencegah intrusi garam, dan sebagai penghasil energi serta hara.
Fungsi biologis, meliputi: sebagai tempat bertelur dan tempat asuhan berbagai biota.
Fungsi ekonomis, meliputi: sebagai sumber bahan bakar (kayu bakar dan arang), bahan bangunan (balok, atap, dan sebagainya), perikanan, pertanian,makanan,minuman,bahan baku kertas,keperluan rumah tangga, tekstil, serat sintesis, penyamakan kulit, obat-obatan, dan lain – lain.
Manfaat Pohon Mangrove bagi Lingkungan dan Manusia
Hutan mangrove merupakan hutan yang ajaib karena sangat bermanfaat bagi lingkungan juga manusia, seperti:
Mengurangi resiko banjir
Studi yang dilakukan di University of California Santa menyebutkan bahwa mangrove secara signifikan mengurangi kerusakan dari sebuah bencana. Selain itu, pohon mangrove juga menjadi garda terdepan yang melindungi masyarakat pesisir dari banj rob dan Hempasan gelombang tsunami dan
Mengurangi korban bencana
Terdapat salah satu studi yang dilakukan di hutan mangrove di Florida yang mendapatkan hasil bahwa hutan mangrove melindungi lebih dari setengah juta orang pada saat badai terjadi
Kunciekosistem pesisir
Pohon mangrove berperan untuk menyerap polusi serta sedimen agar tidak mengalir ke laut. Selain itu juga menjadi penghalang lumpur yang dapat merusak terumbu karang laut. Makadariitudapat disimpulkanbahwa keberadaan pohon mangrove mampu membuat ekosistem laut tumbuh dengan baik.
Tempat perkembang biakan biota laut
Hutan mangrove merupakan lahan yang ideal untuk berkembang biak bagi sebagian besar biota laut seperti ikan, udang, kepiting, dan lain sebagainya. Tak hanya itu, keberadaan pohon mangrove pun menjadi tempat perlindungan bagi sebagian spesies ikan.
Sumber makanan bagi makhluk hidup sekitar
Daun dari pohon mangrove yang jatuh menjadi sumber makanan para biotalaut.Hal
ini menjadikan pohon mangrove sebagai dasar dari rantai makanan. Daun pohon mangrove yang membusuk memiliki nutrisi tinggi bagi alga dan invertebrata. Hal ini menjadi makanan bagi hewan kecil seperti burung, cacing, udang, dan ikan muda.
Membuat air menjad ibersih
Keberadaan pohon mangrove menstabilkan keadaanair yang merekatempati.Akar yang dimiliki pohon mangrove berfungsi sebagai penyaring nitrat dan fosfat yang ada sehingga menjadinya air lebih bersih.
Sumberdaya bagimanusia
Hutan mangrove menyediakan berbagai sumber daya bagi manusia. Saat air surut, orang yang melangsungkan hidupnya di pesisir pantai dapat mengumpulkan kerang, udang, dan ikan. Saat air pasang, ikan berlindung diakar mangrove sehinggahutan mangrove dapat dijadikan tempat untuk memancing untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kayu dari pohon mangrove pun dapat digunakan menjadi bahan pembuatan perahu atau pembangunan rumah.
KESIMPULAN
Terdapat lima jenis magrove yang saya dapatkan di Sukamade, Taman Nasional Meru Betiri, yaitu Nipah (Nypa Fruticans), Rawa(PhoenixPaludosa),Perepatatau
PidadaMerah(SonneratiaCaseolaris), Api– Api(AvicenniaGerminans),Waru(Hibiscus Tiliaceus). Kegiatan ini adalah sebagai pengetahuanatauinformasibagisayapribadi dan pembaca tentang beberapa jenis mangrove yang terdapat di Kawasan Sukamade Taman Nasional Meru Betiri dan juga untuk meningkatkan kesadaran dan pemahamanmasyarakatterhadappentingnya menjaga kelestarian lingkungan hutan mangrove.
DAFTARPUSTAKA
Ellison,A.;Farnsworth,E.;Moore,G.2015.
“Rhizophoramangle”
Giesen, W., Wulffraat, S., Zieren, M., & Scholtrn, L. 2006. Mangrove Guidebook for Southesat Asia. FAO and Wetlands International.
KusumaningrumL,S.Hut.,M.Sc.2023
.IdentifikasiMangrove.Universitas Sebelas Maret
Sumar.2021.PenanamanMangroveSebagai UpayaPencegahanAbrasiDiPesisir Pantai Sabang Ruk Desa Pembaharuan. Universitas Bangka Belitung.